START TYPING AND PRESS ENTER TO SEARCH

Cheerful couple with a pregnancy test in the bedroom

Perencanaan Kehamilan (Konseling Pre Konsepsi)

Jika pasangan suami istri merencanakan punya anak, sering kali secara mental siap, namun apakah secara fisik sudah siap? Perencanaan kehamilan, menyiapkan kondisi yg baik untuk kehamilan, masih sangat jarang dikerjakan di sini. Ini yang lazim disebut Konseling Pre Konsepsi. Konsultasi dengan tenaga kesehatan untuk menyiapkan kehamilan yang baik.

Seperti yang sering saya katakan, kehamilan dan janin yang sehat itu hanya didapat dari ibu yang sehat. Karena itu konseling pre konsepsi, memiliki peranan sangat penting dalam mendapatkan kehamilan yang sehat. Siapkan waktu untuk berkonsultasi dengan dokter/tenaga kesehatan untuk persiapan kehamilan yang baik.

Beberapa hal yang patut diperhatikan dalam konseling pre konsepsi adalah:

  1. Jika memakai KB, kapan stop? Kapan kembalinya kesuburan? Sehingga bisa direncanakan dan dicatat tanggal menstruasi. Mencatat tanggal menstruasi di kalender penting untuk mengetahui usia kehamilan dan janin dgn pasti nantinya.
  1. Bagaimana status imunisasi ibu?

Jika ibu belum terimunisasi lengkap, lebih baik jika melakukan vaksinasi dulu sampai lengkap sebelum hamil.

  1. Apakah ibu memiliki penyakit medis kronis?

Ini yang terpenting, karena sangat menentukan hasil kehamilan. Jika ada penyakit medis kronis, bagaimana statusnya saat ini? Sedang aktif? Atau terkendali? Karena hamil dengan keadaan penyakit yang terkendali maka hasilnya akan jauh lebih bagus dengan keadaan penyakit yang aktif.

Saya beri contoh mudah:

Jika ibu rencana hamil ternyata punya diabetes (kencing manis), maka risiko kecacatan bayi jauh lebih besar jika gula darah tidak teregulasi (kadarnya tinggi) saat hamil muda, dibandingkan ibu hamil dengan kadar gula darah yang normal. Hanya dengan cek darah dan menormalkan gula darah sebelum hamil, sudah sangat menurunkan risiko kecacatan bayi. Penyakit-penyakit kronis yang mesti dicek: jantung, ginjal, darah tinggi, autoimun (lupus dsb), diabetes, dll.

  1. Apakah ibu mengkonsumsi obat-obatan tertentu atau suplemen dll? Ini mesti disampaikan ke dokter.

Dokter akan menyesuaikan dosis, atau mengganti obat yang lebih aman untuk janin, karena pemakaian obat-obatan rawan pada hamil muda, terutama risiko kecacatan bawaan.

  1. Apakah pasangan memiliki risiko penyakit menular seksual? Gonta-ganti pasangan? Free seks? dll.

Jika iya, maka dokter akan mencek pasangan tersebut kemungkinan terkena penyakit menular seksual, dan mengobati terlebih dahulu sebelum hamil.

  1. Apakah ada riwayat penyakit dalam keluarga? Mencari kemungkinan penyakit menurun. Misal: diabetes, hipertensi, atau penyakit genetik yang langka.
  1. Berapa usia ibu? Semakin tua usia maka risiko kecacatan bayi, risiko keguguran, risiko kehamilan bermasalah makin tinggi. Semakin tua usia ibu, maka semakin wajib dilakukan skriningkelainan bawaan pada bayinya, selain itu kontrol saat hamil ke dokter harus lebih intens.
  1. Apakah ada riwayat kehamilan atau persalinan bermasalah sebelumnya? Ini untuk mengantisipasi dan menurunkan risiko berulangnya permasalahan tersebut saat hamil berikutnya. Contoh: jika bayi yang dilahirkan sebelumnya ada kecacatan tabung saraf (neural tube defect), maka saat perencanaan hamil ini perlu suplementasi asam folat dosis tinggi.
  1. Yang terpenting sebenarnya untuk mengubah pola hidup menjadi lebih sehat sejak sebelum hamil (program hamil/perencanaan kehamilan), untuk mendapat kehamilan dan janin yang sehat.

Ubah pola makan sehat, diet sehat, olahraga, istirahat cukup, minum air putih, stop rokok-alkohol-narkoba dsb.

Biasakan konseling pre konsepsi, konsultasi dengan dokter sebelum merencanakan kehamilan, agar kehamilan-persalinan lebih optimal dan bayi sehat.

dr.-Muhammad-Ilham-Aldika-Akbar-SpOG1Muhammad Ilham Aldika Akbar, SpOG

Dokter Spesialis Kebidanan Kandungan

RSIA Kendangsari Merr

Surabaya