START TYPING AND PRESS ENTER TO SEARCH

“ANTE NATAL CARE (pentingnya control kehamilan)”

 “ANTE NATAL CARE (pentingnya control kehamilan)”

Pemeriksaan kehamilan terdiri dari perawatan kesehatan prenatal (sebelum melahirkan) dan postpartum (setelah melahirkan). Tujuan pemeriksaan kehamilan adalah untuk memastikan kehamilan yang sehat dan persalinan yang aman, baik untuk ibu maupun bayi.

Image result for ibu hamil kontrol antenatal care

Idealnya ibu hamil perlu berkunjung ke dokter untuk melakukan pemeriksaan kehamilan minimal 8 kali. Saat memasuki usia 7-8 bulan kehamilan, lakukan pemeriksaan tiap dua minggu sekali. Intensitas kunjungan ditambah menjadi satu kali per minggu, ketika kehamilan menginjak usia sembilan bulan.

Image result for ibu hamil kontrol antenatal care

Melalui pemeriksaan kehamilan, dokter bisa memantau kondisi Anda dan janin dalam kandungan, seperti mengidentifikasi jika ada komplikasi kehamilan dan langsung mengatasinya sebelum keadaan memburuk, serta mencegah risiko gangguan pertumbuhan bayi dalam kandungan.

Menurut Dr. dr. Hendra S. Ratsamawan. SpOG “ pemeriksaan tensi bagi ibu hamil yang normal adalah 110 s/d 120 dan yang rendah 70 s/d 80 , diatas itu bisa mengakibatkan preeklamsia. Jika terjadi hypertensi maka ibu hamil akan dilakukan tes urine untuk di uji lab secara keseluruhan”

Antenatal care adalah pemeriksaan kehamilan yang dilakukan oleh dokter atau bidan untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik dari ibu hamil.

Tujuan dilakukan ANC adalah :

  • Untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil
  • Menghindari resiko komplikasi pada kehamilan dan persalinan
  • Mempersiapkan ibu untuk masa nifas dan pemberian ASI eksklusif

Pada umumnya, standar minimal pemeriksaan ANC terdiri dari 11 T yaitu:

  1. Timbang berat badan setiap kali kunjungan dan dicatat
  2. Ukur Tekanan darah, normalnya 110/80 – dibawah 140/90
  3. Nilai status gizi dengan pengukuran Lingkar Lengan Atas(LILA)
  4. Tinggi fundus uteri (puncak rahim): memantau perkembangan janin
  5. Pemberian imunisasi TT (Tetanus Toksoid)
  6. Vaksin TT dilakukan sebanyak 5 kali dengan selang waktu yang berbeda beda

TT1 : pada saat kunjungan pertama (sedini mungkin pada saat kehamilan)

TT2 : 4 minggu setelah TT1

TT3 : 6 bulan setelah TT2

TT4 : 1 tahun setelah TT3

TT5 : 1 tahun setelah TT4

7. Tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin (DJJ)

8. Pemberian Tablet zat besi

9. Test Laboratorium (penyakit sifilis, Hepatitis B dan HIV)

10.Tatalaksana kasus

11. Temu wicara (konseling) , termasuk perencanaan persalinan

Pemeriksaan TORCH

Beberapa pemeriksaan lain yang dapat dilakukan selama kehamilan antara lain pemeriksaan TORCH yaitu singkatan dari toxoplasma, rubella, cytomegalovirus dan herpes simpleks virus. Pemeriksaan ini digunakan untuk mengetahui apakah ibu hamil tersebut pernah terinfeksi ataupun sedang terinfeksi dengan penyakit tersebut.

Infeksi dari kuman-kuman tersebut bisa menjadi masalah serius selama kehamilan karena mampu menembus ari-ari dan menyebabkan kelainan pada bayi. Pemeriksaan ini disarankan pada ibu yang terutama memiliki hewan peliharaan dirumah dan memiliki riwayat keguguran yang berulang.

Adapun saran – saran yang dapat dilakukan dalam mencegah penyakit TORCH adalah:

  1. Makan makanan bergizi.
  2. Melakukan pemeriksaan TORCH sebelum kehamilan.
  3. Melakukan vaksinasi guna mencegah penyakit TORCH.
  4. Makan makanan yang matang.
  5. Periksa kandungan secara teratur.
  6. Jaga kebersihan tubuh.
  7. Hindari kontak dengan penderita penyakit TORCH.

Nah sekarang sudah jauh lebih paham soal Antenatal Care kan bunda? Yuk periksakan kandungan ke dokter atau bidan terdekat untuk mengoptimalkan kesehatan dan keselamatan Anda dan buah hati.

 

Referensi :

https://www.alodokter.com/preeklamsia  , https://skata.info/article/detail/195/antenatal-care