START TYPING AND PRESS ENTER TO SEARCH

479209140_XS

Trombosit Tinggi pada Anak (Trombositosis)

Assalamu’alaikum dokter.

Normalkah bila hasil cek darah anak saya (1 tahun 4 bulan) menunjukan trombosit-nya 840.000 uL? Dia sudah dua minggu ini mengalami demam.

Wita – Kendangsari

Jawab:

Wa’alaikumussalam wa rahmatullahi wabarakatuh.

Ibu Wita yang terhormat, kondisi tersebut merupakan hal yang tidak normal. Bila hitung trombosit melebihi 450.000 uL, maka kita sebut sebagai suatu trombosit tinggi pada anak (Trombositosis). Trombositosis per definisi adalah bila jumlah trombosit lebih besar dari 450.000 uL.

Trombositosis ini umumnya terlihat sebagai reaksi terhadap penyakit akut atau kronik (reaktif trombositosis). Penyebab trombositosis dapat bersifat primer maupun sekunder.

Trombositosis primer terdapat pada kelainan pada sumsum tulang (myeloproliferatif), dalam hal ini jumlah trombosit tinggi tapi terdapat gangguan fungsi. Dari seluruh kelainan myeloproliferatif trombositemia esensiel mempunyai nilai trombosit tertinggi, hingga 1 juta x 106 platelet/L. Penyebab trombositosis sekunder (reaktif) meliputi: infeksi, inflamasi, keganasan, paska perdarahan, rebound phenomenone setelah kondisi trombositopenia, paska pengangkatan limpa dan anemia defisiensi besi. Jika memang adik mengalami infeksi, maka kemungkinan ini adalah suatu trombositosis reaktif. Beberapa data yang harus dilengkapi untuk menunjang kemungkinan ini adalah: memastikan bahwa tidak ada gangguan perdarahan, pemeriksaan petanda inflamasi, dan kondisi limpa yang tidak membesar.

Pada anak yang mengalami anemia defisiensi besi seringkali juga didapatkan trombositosis reaktif. Untuk itu tidak salahnya, Bu Wita melakukan pemeriksaan skrining untuk anemia defisiensi besi pada putranya. Insiden anemia defisiensi besi di Indonesia tinggi, terutama anak pada masa pertumbuhan. Dampak anemia defisiensi sangatlah vital terutama pada masa emas pertumbuhan otak yaitu dua tahun pertama kehidupannya. Pengobatan anemia defisiensi besi diharapkan akan memperbaiki jumlah trombosit juga.

Pada kasus khusus trombositosis reaktif tidak memerlukan pengobatan khusus. Pengobatan didasarkan atas faktor predisposisi yang mendasari kejadian trombositosis tersebut. Pemeriksaan secara menyeluruh terhadap sistem organ dan pemantauan berkesinambungan sangat penting. Semoga putranya lekas sembuh.

dr. Mahendra Tri Arif Sampurna, SpA

Narasumber

Mahendra Tri Arif Sampurna, SpA
Dokter Spesialis Anak
RSIA Kendangsari Merr
Surabaya