START TYPING AND PRESS ENTER TO SEARCH

2drdini

Ini Waktu yang Tepat Memberikan Makanan Instan ke Bayi

Saat ini banyak sekali tersedia bubur bayi instan ataupun makanan instan untuk bayi. Bagi sebagian orangtua ini merupakan solusi untuk menghemat waktu dalam penyajian makanan untuk bayinya.

Apalagi untuk orangtua yang memikili kesibukan di luar rumah, makanan instan kerap menjadi pilihan. Lantas Apakah baik memberikan makanan instan untuk bayi setiap hari?

Menurut dr. Dini Adityarini,SpA spesialis tumbuh kembang anak RSIA Kendangsari Merr, makanan instan untuk bayi sama seperti makanan instan pada umumnya yang diperuntukan bagi orang dewasa.

“Hanya diperuntukan saat orangtua tidak bisa memasak langsung, seperti di situasi berpergian. Kan susah kalau harus bawa peralatan masak, boleh menggunakan makanan instan bayi,” ujar Dini Adityarini dalam seminar MPASI dan demo masak MPASI.

Tapi, lanjut Dini Adityarini, tentu saja makanan instan tidak disarankan untuk dikonsumsi anak setiap hari.

Dini Adityarini mengatakan, rasa makanan instan bayi yang homogen atau hanya satu rasa saja akan membuat indra perasa dan penciuman bayi tidak berkembang. “Sehingga akan menyulitkan perkembangan oromotor si bayi,” imbuhnya.

Oromotor sendiri adalah dasar keterampilan makan, mencakup semua kegiatan yang menggunakan sistem gerak otot dari oral cavity (rongga mulut), seperti rahang, gigi, lidah, langit-langit bibir, dan pipi, serta koordinasi gerak di antara organ-organ rongga mulut ini.

Selain penyajian yang instan, kata Dini Adityarini, tidak ada kelebihan lain dalam makanan tersebut.

“Kalau kekurangannya antara lain, memakai zat pengawet dan rasa tidak bervariasi,” sambungnya.

Ia menyarankan, sebaiknya untuk makanan bayi harus dimasak sendiri, agar kandungan gizinya diketahui secara jelas. Selain itu orang tua lebih bisa berkreasi pada makanan anak.

“Kreasi makanan bayi tentu sangat diperlukan, mengingat bayi selalu memiliki fase Gerakan Tutup Mulut (GTM) alias susah makan. Tentu ini tidak akan bisa dilakukan pada makanan instan bayi,” tutup Dini Adityarini.