START TYPING AND PRESS ENTER TO SEARCH

4

Manfaat kontak kulit-ke-kulit segera setelah bayi lahir

Manfaat kontak kulit dengan bayi setelah melahirkan

1. Memberi kehangatan pada bayi dan membantu mengontrol suhu tubuhnya

Suhu lingkungan sekitar bayi setelah dilahirkan tentu berbeda dengan suhu saat bayi masih dalam kandungan. Sehingga, agar bayi tidak terlalu merasakan perbedaan ini, Anda perlu menempatkan bayi di dada ibu setelah melahirkan. Kulit ibu memiliki suhu yang sama dengan rahim, sehingga bayi akan merasa hangat dan tenang saat berada di dada ibu. Ini juga turut membantu menjaga suhu tubuh bayi sehingga bayi tidak merasa kedinginan. Dengan cara ini juga bayi dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan luar lebih mudah.

2. Memberi ketenangan pada bayi

Saat bayi diletakkan di dada ibu, bayi dapat merasakan detak jantung ibu dan merasakan napas ibu, seperti saat masih berada di dalam kandungan. Hal ini tentu membuat bayi merasa lebih tenang. Selain itu, hal ini juga bisa membuat bayi memiliki detak jantung dan napas yang lebih normal. Kenyamanan dan ketenangan yang didapatkan oleh bayi ini membuat bayi lebih jarang menangis setelah tangisan awal saat lahir.

3. Membantu membangun ikatan antara ibu dengan bayi atau ayah dengan bayi

Kontak kulit dengan bayi setelah melahirkan juga membantu bayi mengenali ibunya. Hal ini memberikan waktu bagi bayi dan ibu untuk menjalin ikatan lebih erat. Mendengar napas dan detak jantung ibu saat bayi diletakkan di dada ibu memungkinkan bayi menjalin ikatan lebih dalam dengan ibunya.

Tak hanya dengan ibu, bayi juga bisa diletakkan di dada ayah setelah lahir. Hal ini juga turut membantu bayi dalam menjalin ikatan dengan ayahnya. Bayi akan mengenali bau dari ayahnya, kehangatan kulit ayahnya, dan lain sebagainya.

4. Mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif

Kontak kulit setelah melahirkan merupakan awal yang baik untuk menyusui. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa bayi yang melakukan kontak kulit dengan ibu setelah lahir mampu menyusu lebih baik.

Pada saat bayi diletakkan di dada ibu, bayi cenderung akan mencari puting susu ibu untuk menyusu. Sehingga, tubuh ibu pun akan merespon dengan menyediakan ASI lebih banyak. Hal ini kemudian dapat memperlancar produksi ASI dan mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Melakukan kontak kulit antara ibu dan bayi selama beberapa minggu pertama setelah kelahiran dapat membuat ibu lebih mudah mengetahui kapan bayi harus disusui.