START TYPING AND PRESS ENTER TO SEARCH

breastfeeding2

Supporting Breastfeeding Working Mom | Juara 1 Lomba Family Story Telling

Saya sadar, masalah ini pasti dialami oleh jutaan ibu bekerja, bagaimana harus pintar-pintarnya mencari waktu untuk memompa saat sedang di kantor, bahkan dengan kondisi lingkungan kantor yang tidak mendukung.  Supporting Breastfeeding Working Mom
Saya memiliki 1 anak usia 2 tahun, Dipa, yang sedang aktif-aktifnya dan 1 anak usia 5 bulan, Syafina. Saya seorang PPDS (dokter yang sedang sekolah spesialis) semester 1 di sebuah Rumah Sakit Umum di Surabaya. Senin sampai Jumat berangkat ke rumah sakit dari jam 6 pagi sampai 6 sore, bahkan bisa lebih malam. Belum lagi kewajiban jaga malam 1-2 kali tiap minggu. Namun sesibuk apapun saya, saya bertekad untuk memberikan ASI sampai 2 tahun.

Saya mulai menabung ASIP saat Syafina usia 1,5 bulan. Saat saya mulai kembali sekolah, Syafina usia 2.5 bulan, tabungan ASIP saya sudah 60 botol. Alhamdulillah, segala sesuatunya sudah saya persiapkan. Cooler bag besar yang bisa muat ice gel banyak, sehingga tidak perlu tergantung dengan kulkas. Pompa ASI elektrik dan manual. Jaga-jaga kalau tidak ada colokan listrik (dan memang di ruangan saya kerja, sulit dapat colokan listrik). Apron, botol kaca ASIP, plastik ASIP, dan sebagainya.

Masalah yang paling saya rasakan yaitu waktu untuk memompa ASI. Di rumah sakit kegiatan sangat padat sehingga sulit mencuri-curi waktu untuk memompa ASI. Bisa mompa 5-6 jam sekali sudah alhamdulillah. Awal-awalnya saya hanya sempat 1 kali, pada saat istirahat shalat jam 12 siang. Habis itu sore tidak sempat mompa lagi, dan langsung pulang. Pulang ke rumah sudah tidak bisa mompa ASI lagi karena Dipa sudah ngajak main terus. Dan dia sangat cemburu lho kalau ngelihat ibunya mompa ASI. 1 bulan berjalan, ASI saya lama-lama defisit. Tiap pulang saya membawa 200 cc, namun anak saya minumnya 300-350 cc. Saya stress berat. Akhirnya saya mulai memperbaiki manajemen waktu saya. Saya bangun lebih pagi, sebelum saya berangkat kerja, saya menyusui Syafina dulu. Setelah menyusui, saya sempatkan mompa ASIP walaupun cuma dapat 20 cc. Ke rumah sakit saya bisa datang lebih pagi dan pekerjaan bisa cepat selesai. Alhamdulillah saya bisa mompa 2 kali. Jam 11 dan 4 sore. Kadang saya mesti mengorbankan waktu istirahat makan siang untuk mompa. Sering juga mompa saat nyetir mobil pulang kerja. Tengah malam pun saya paksakan mompa ASI setelah menyusui Syafina. Walaupun Cuma dapat 20-30 cc dalam 30 menit, saya tetap bersyukur. Lama kelamaan pun stok ASIP saya kembali banyak.

Masalah lain muncul. Syafina jadi bingung puting. Selama ini syafina memang saya biasakan pakai dot karena kasihan pengasuhnya juga kan. Dan pengalaman dari anak yang pertama, nipple mau, dot pun oke. Tapi anak memang beda-beda ya. Syafina mulai saya kenalkan dengan dot saat usia 2,5 bulan. Lancar-lancar aja sih. Dia pun masih mau menyusui langsung dari saya. Tapi 2 minggu kemudian, mulai deh, pas saya pulang jaga malam dari rumah sakit, Syafina mulai buang muka saat mau menyusu. Dipaksa, Syafina malah nangis histeris. Saya pun mencoba skin to skin. Saya elus-elus Syafina agar tenang, kemudian saya sodori puting, 10 detik pertama mau menyusu, namun setelah itu nangis jejeritan lagi. Tapi saya tidak mau menyerah. Saya bujuk terus, saya gendong, saya elus-elus. Begitu terus sampai jam 2 malam. Pada akhirnya Syafina mau menyusu walaupun hanya sedikit yang diminum. Saya kapok pakai dot. Bingung puting itu memang sesuatu sekali. Sejak itu Syafina hanya minum pakai pipet. Tiap pulang dari rumah sakit, saya maksimalkan skin to skin dengan Syafina. Saya terus bisikan, “Ibu sayang Syafina .. Syafina mimik sama ibu ya, Nak ..” Alhamdulillah kejadian ini hanya berlangsung selama 2 minggu. Sekarang Syafina sudah pinter menyusu lagi. Yang tadinya berat badan Syafina turun 300 gram, sekarang sudah naik lagi sesuai kurva berat badan normal.

Alhamdulillah, everything is undercontrol now. Tinggal komitmen saja untuk mau sedikit rempong. Tapi apa yang tidak sih untuk anak. Semoga selalu diberi kemudahan untuk bisa terus menyusui sampai Syafina usia 2 tahun. Aamiin.

Restie Warapsari
Juara 1 Lomba Family Story Telling
“Supporting Breastfeeding Working Mom”
Gathering 1 Tahun RSIA Kendangsari Merr